Minggu, 30 Maret 2008

Mengubah Sejarah - Teori Kakek

Perjalanan waktu adalah salah satu topik bahasan yang bukan saja menarik sebagian orang, tapi juga membuat penasaran apa yang mungkin terjadi atau apa yang akan terjadi kalau orang pergi ke masa lalu atau masa depan. Bahkan sampai para ahli fisika dan filsafat pun membicarakannya secara serius serta memberikan sejumlah dugaan atau teori. Semua dugaan dan teori itu mungkin logis tapi bisa juga tidak masuk akal namun tidak dapat dibuktikan kebenarannya atau dibantah dan ditunjukkan kalau hal itu salah. Sebab belum ada cara apapun untuk membuktikan dan juga belum ada alat transportasi antarruang dan waktu yang mampu diciptakan manusia.

Walau sudah banyak dibuat buku dan film, baik fiksi maupun non fiksi namun karena kita tidak bisa mengalami sendiri perjalanan waktu tersebut, tak ada satupun yang memuaskan kita kecuali kalau mengalami sendiri dan menceritakan kembali serta membawa bukti dari perjalanan tersebut. Beberapa buku dan film yang cukup bagus dalam membahas tema penjelajahan waktu ini mempunyai beberapa hal yang sama mengenai aturan menembus waktu, terutama yang berkaitan dengan masa lalu.

Aturan-aturan tersebut antara lain: DILARANG mengubah masa lalu, JANGAN mengambil atau meninggalkan sesuatu di masa lalu, TIDAK ADA kontak baik fisik ataupun penampakan secara sengaja atau tidak sengaja dengan kehidupan manusia di masa lalu. Dan semua aturan ini berlaku untuk perjalanan ke masa lalu, tapi bagaimana dengan masa depan? Mungkin sama persis, hanya saja apa yang terjadi di masa depan belum terjadi sewaktu orang dari masa lalu datang dan mempengaruhi kehidupan di masa tersebut.

Contoh buku-buku yang menurut saya cukup bagus membahas tentang perjalanan waktu adalah “Time Machine” karya H.G. Wells yang menceritakan pandangan sang penulis tentang apa yang mungkin terjadi di masa depan. Buku lain adalah buku anak-anak Ms. Wiz karya Terence Blacker, salah satu buku itu menulis tentang Ms. Wiz yang pergi ke masa lalu untuk menyelamatkan seorang muridnya yang nakal, yang tak sengaja menyentuh mesin waktu miliknya. Dan Ms. Wiz tidak mencampuri kejadian sejarah karena tahu akibatnya bila mengubah sejarah.

Film-film terbaik soal perjalanan waktu bagi saya adalah serial Star Trek. Dalam salah satu episode Star Trek: The Next Generation, sebagian kru pesawat Enterprise pergi ke abad 19 dan bertemu Mark Twain, penulis cerita Tom Sawyer. Yang menarik di sini Mark Twain walaupun senang dan takjub bertemu dengan orang dari masa depan, ia juga sadar akan konsekuensinya bila bercerita pada orang lain atau terlalu ingin tahu masa depan. Termasuk ketika menemukan jamnya yang hilang, ia membiarkan jam tersebut tetap "hilang" agar tetap bisa ditemukan oleh kru Enterprise di masa depan.

Serial yang membahas tentang perjalanan waktu adalah Quantum Leap, uniknya sang tokoh (Scott Bakula) hanya bisa mengarungi waktu sebatas pada tanggal ketika dia lahir sampai dengan kehidupannya saat dia masuk ke mesin waktu. Selain itu tubuhnya secara fisik tetap di masanya tapi jiwa/rohnya masuk ke tubuh orang lain di masa lalu, sementara jiwa/roh orang tersebut pindah ke tubuhnya. Yang ironis adalah agar dia bisa kembali ke tubuhnya, dia harus menolong atau memperbaiki kejadian2 kecil namun tidak bisa mengubah sejarah yang sudah kita kenal, kematian Marilyn Monroe contohnya.

Film lain yang menurut saya cukup bagus adalah Butterfly Effect yang diperankan oleh Ashton Kutcher. Dia punya kemampuan untuk berpindah waktu namun tetap dalam tubuhnya sendiri dalam bentuk anak kecil atau orang dewasa. Tragisnya setiap kali dia mencoba memperbaiki suatu hal yang salah, ternyata selalu berakibat buruk bagi orang lain hingga akhirnya dia sadar bahwa yang dilakukannya memang tidak benar kecuali kalau ia mau mengorbankan dirinya sendiri.

Salah satu buku yang saya baca tentang Waktu membahas tentang Teori Kakek. Pernyataannya sangat sederhana; “Kalau kau membunuh kakekmu di masa lalu, kau juga telah membunuh ayahmu dan dirimu sendiri.” Bukan berarti kita betul-betul membunuh kakek kita baik langsung maupun tidak langsung, sengaja ataupun tidak. Tapi seandainya kita ikut campur dalam kehidupan orang lain di masa lalu, maka hal itu juga mempengaruhi keluarganya, teman-temannya dan orang lain di sekitarnya. Juga jalan hidup mereka, keturunan mereka di masa depan. Sangat mungkin hal itu juga mempengaruhi kehidupan keluarga kita sendiri.

Satu contoh bisa saya berikan, kalau kita pergi ke masa sebelum Perang Dunia II, mempengaruhi sejumlah tokoh politik dan militer pada waktu itu sehingga mereka memutuskan untuk membatalkan semua keputusan mereka sehingga perang tidak terjadi dan puluhan juta nyawa selamat dan hidup sampai sekarang. Tapi mungkin juga pelaku PD II berasal dari negara lain atau jumlah penduduk jadi jauh lebih banyak, bencana kelaparan dan perang lebih sering terjadi. Mungkin saja ada negara yang seharusnya merdeka masih tetap terjajah, atau negara yang seharusnya tidak ada malah menjadi ada.

Seandainya betul-betul ada mesin waktu, apakah kita bisa pergi ke masa lalu jauh melebihi waktu kita lahir atau ke masa depan melewati batas usia hidup kita? Dan walaupun sudah ada 3 aturan/hukum yang saya tulis sebelumnya, apakah godaan untuk tidak melanggarnya bisa kita atasi? Rasa penasaran untuk mengubah sejarah serta mengetahui apa akibatnya pada kehidupan kita adalah alasan sekaligus godaan terbesar untuk mengubah masa lalu, walaupun tujuannya baik, seperti mencegah perang, kelaparan, bencana, penyakit, kecelakaan atau pembunuhan. Tapi tujuan yang baik tersebut mungkin belum tentu membawa akibat atau hasil yang baik kalau mengingat Teori Kakek yang saya sebutkan tadi.

Manusia boleh berusaha mengubah nasib dan kehidupannya jadi lebih baik, tapi bukan berarti boleh mengubah sejarah atau kehidupan dan kematian. Kita tidak bisa dan tidak boleh bermain menjadi Tuhan dalam hal ini.

Nasib buruk peserta lomba

Waktu saya membaca Kompas Minggu tanggal 30 Maret 2008, ada satu artikel di halaman pertama, sebelah kanan bawah berjudul “Kisah Selebriti Gagal” tentang nasib peserta Dangdut Mania TPI yang tadinya adalah salah satu kontestan yang sering muncul di layar kaca, banyak penggemar dan hidupnya cukup menyenangkan – untuk tidak mengatakan mewah – setelah tereliminasi, hidupnya menjadi tidak lebih baik. Kini dia hanya menjadi pengantar katering bersama seorang peserta lain yang hidupnya tidak lebih baik darinya.

Selain itu, mereka – yang hanya sebagian kecil dari peserta gagal – juga terbelit utang yang sangat banyak, hingga puluhan juta rupiah karena sering mengirim SMS pada diri sendiri agar terpilih, mungkin juga membayar orang agar memilih dirinya. Uang pinjaman itu mungkin juga dipakai untuk membiayai gaya hidup pada waktu masih menjadi salah satu kontestan, namun setelah gagal tak ada satupun orang yang ingat atau memperhatikan mereka lagi.

Kalaupun ada orang yang mengontrak mereka untuk manggung, itupun jarang sekali dan bayarannya tidak banyak. Jadi mimpi-mimpi di layar kaca serta popularitas instant itu memang betul-betul mimpi yang tidak mewujud nyata, tapi meninggalkan kehidupan yang tampaknya jauh lebih sulit dari waktu mereka masih orang biasa yang punya pekerjaan tetap dan penghasilan lumayan baik.


Saya jadi ingat, di sebuah milis yang saya ikuti ada member yang memforward kisah peserta gagal dari AFI. Peserta ini tidak saya ingat namanya, tapi nasibnya juga tidak beda jauh, kost tidak jauh dari stasiun TV Indosiar namun jarang sekali dipanggil manggung serta sering meminjam uang untuk membayar kost dan makan. Member milis ini juga menulis kalau yang gagal masuk seleksi menjadi kontestan justru jauh lebih beruntung dari yang sekarang telah terikat kontrak oleh para stasiun tv tersebut atau bahkan kontestan lain yang sekarang bahkan kita tidak tahu seperti apa kehidupan mereka sekarang.


Saya jadi bertanya-tanya, bagaimana nasib para kontestan dari kontes dan reality show lainnya? Seperti dari Penghuni Terakhir, AFI, AFI Junior, Indonesian Idol, KDI, Pildacil, Idola Anak, Mammamia, Indonesian Model atau kontes apapun yang sejenis seperti itu. Apakah ada yang nasib cukup baik seperti Delon dan Mike, atau justru jadi lebih buruk seperti yang ditulis artikel di Kompas? Sebagian besar dari mereka justru tidak terdengar lagi setelah acaranya selesai, entah mereka menjadi juara atau tidak.


Mungkin setelah banyak imel, artikel dan tulisan-tulisan lain di internet yang menceritakan tentang hal ini, lebih banyak orang yang sadar dan tidak terlena oleh mimpi untuk menjadi sukses dalam waktu beberapa minggu/bulan namun akhirnya kembali tenggelam dan bahkan menjalani hidup yang jauh lebih sulit dari sebelum menjadi kontestan suatu acara.

Dari pihak stasiun TV, produser dan sponsor sendiri, mereka bisa memberikan alasan apa saja untuk membenarkan diri mereka, yang penting profit dan rating yang mereka peroleh memuaskan. Itu artinya tinggal diri kita sendiri sebagai individu untuk menahan dan mengatasi godaan popularitas, sukses instant dan mimpi-mimpi indah yang tidak realistis itu. Masih ada cara-cara lain untuk sukses dan kaya, kita hanya perlu mencari, bertanya, belajar dan berusaha.

Tema yang paling banyak dibaca

Setelah lama melihat tulisan-tulisan di berbagai milis, blog, forum, saya melihat jenis artikel yang selalu meraih banyak pembaca umumnya berasal dari kategori yang cukup spesifik, dilihat dari segi judul, isi artikel, cara menulis, susunan kalimat yang mudah dimengerti atau enak dibaca, berkesan/berguna/informatif bagi pembaca.

Judul artikel tentu adalah salah satu penarik perhatian agar orang penasaran apa isi artikel tersebut. Sehingga judul yang ‘nendang’, ‘nonjok’ atau ‘ngeseks’ sering menarik perhatian orang, tapi tidak selalu demikian. Adakalanya judul yang biasa saja juga sudah menarik dan banyak yang membaca.

Soal tema, umumnya hal-hal yang walaupun orang sudah tahu tapi selalu membuat penasaran untuk tahu lebih dan lebih dan lebih lagi. Atau kalau suatu peristiwa sedang hangat-hangatnya dibahas, maka apapun yang berhubungan dengan peristiwa itu akan diperhatikan orang, seperti wafatnya mantan presiden Soeharto belum lama ini, namun sayangnya itu hanya bersifat sementara karena setelah seminggu dua minggu tidak ada lagi yang memperhatikan.


Bentuk tulisan, seperti yang pernah dibahas para kontributor wikimu lainnya, bila mengandung kalimat yang kontroversial atau menggugah emosi untuk memberi tanggapan, adalah salah satu faktor penentu tulisan dibaca atau mendapat reaksi dari pembaca.

Berikut ini adalah tema-tema yang saya simpulkan sebagai mendapat pembaca dan komentator terbanyak, tapi urutan 1 sampai 11 bukan berarti dari yang paling banyak sampai yang paling sedikit, tapi hanya sejauh yang saya ingat saja dan tidak ada hubungan dengan jumlah pembaca atau peringkat.

1. Ramalan, orang yang percaya, setengah percaya dan sama sekali tidak percaya, semua penasaran untuk membaca isi artikel bertema ramalan.

2. Seks, baik dibahas secara ilmiah, lelucon, erotik atau hujatan, juga adalah hal yang banyak diperhatikan orang.

3. Peristiwa politik, pemilihan calon presiden atau peristiwa politik lain terutama yang mendunia, sering menjadi fokus perhatian orang, apalagi kalau berhubungan langsung dengan negaranya atau sekedar ingin tahu saja.

4. Agama/Norma sosial, dibahas dari segi yang nyaris sama dengan seks, apalagi kalau sudah berhubungan dengan dosa, surga dan neraka.

5. Tragedi, kalau menimpa banyak orang di suatu tempat atau terjadi pada seorang tokoh terkenal di dunia, hal itu banyak diperhatikan orang. Wafatnya Lady Di dan Paus Yohanes Paulus II serta bencana alam adalah 3 contoh tersebut.

6. Selebritis, entah terlibat masalah kriminal, punya pacar/putus, menikah/cerai, melahirkan/wafat adalah jenis berita yang selalu menarik perhatian masyarakat.

7. Olahraga, Piala Dunia, Piala Eropa dan semua pertandingan sepak bola lebih banyak mempunyai penonton dan pembaca dibanding acara olahraga jenis apapun di dunia, kecuali mungkin pertandingan tinju kelas berat. Namun secara keseluruhan, olahraga termasuk tema yang banyak diperhatikan orang.

8. Kesehatan/Gaya Hidup/Tips, siapa yang ingin sakit? Kecuali kalau dia memang sengaja ingin sakit karena alasan tertentu. Gaya hidup agar lebih up to date, serta tips-tips berguna untuk membuat kehidupan lebih baik dan praktis adalah pokok bahasan yang pasti dicari banyak orang.

9. Hiburan, film, musik, game elektronik, taman bermain, buku, tempat wisata. Intinya manusia butuh refreshing dan pelepasan dari rasa penat, butuh dihibur atau menghilangkan rasa jenuh. Hiburan dalam bentuk apapun pasti akan dicari banyak orang, apalagi kalau cukup menarik, lucu, seru atau menantang.

10. Yang aneh-aneh, manusia sering tertarik pada hal yang tidak biasa, entah karena fenomena alam, mutasi genetik, disengaja atau sebenarnya hal itu sudah ada sejak lama namun baru dikenal luas setelah ada publikasi besar-besaran.


11. Lain-lain, hal yang tidak masuk dalam 10 kategori di atas karena banyak sekali tema dan kategori tersebut namun saya tidak ingat semuanya.

Senin, 10 Maret 2008

Bisa nulis tapi ga bisa baca

Ada beberapa orang yang bisa nulis tapi apa yang ditulis susah dibaca kecuali mungkin oleh dirinya sendiri. Barangkali dia buru-buru atau memang begitulah cara menulisnya. Seringkali orang ga sadar atau ga mau tahu kalau orang lain sulit membaca apa yang ditulisnya.

Kalau cuma sekedar salah nulis atau ngetik tapi masih bisa dibaca dan dimengerti, kita bisa maklum. Tidak semua orang bisa menulis halus atau bagus, atau mengetik 10 jari dengan nyaris sempurna, apalagi kalau sedang terburu-buru. Juga tidak semua orang paham aturan tata bahasa, baik yang resmi, setengah resmi ataupun yang gaul. Namun asal kata-kata atau kalimat yang ditulis/ketik itu tersusun rapih, bisa dibaca dan dimengerti, itu sudah cukup baik dan bisa diterima. Itu menurut pendapat saya loooh...


Namun berbeda kasusnya bila dalam suasana atau hal-hal resmi, di mana bahkan tanda baca tidak boleh salah, bahkan satu huruf pun tidak boleh tertukar tempatnya, yang mungkin bisa menimbulkan salah tafsir.

Anda bisa baca contoh kalimat ini?

H1! aQyu N3w MemB3R d! shyNie, 'l4M k'Nal, Sh4Re iNF0 y4cH di S1n!e. I lik3 rEaD aRt!k3L di sI+uz yn! sO4lnya as!k2. M4yBe n3xT t!Me aku b4kaL bIk1n 4rTikEl di chynie and p0stink it imm3di4telY. C yaa!!

Saya aja nulisnya rada susah, membacanya pun bikin sakit mata, bagaimana dengan anda? :)

Biasanya kalau kalimat ini tampil di layar hp dalam bentuk sms, kita masih bisa maklum asal masih bisa dibaca, karena sms terbatas dan harus singkat, padat tapi jelas, bukan yang bikin sakit mata dan pusing kepala seperti contoh yang saya buat di atas.


Tapi kalau tampil di situs, milis, forum atau tempat seperti wikimu, kalimat itu kemungkinan besar jarang dibaca, karena pada pandangan pertama saja sudah bikin sakit mata, kalau diteruskan membaca, kepala bisa sakit dan ujung-ujungnya stres.

Biasanya yang menulis seperti ini adalah para ABG, dan herannya mereka benar-benar mau bersusah payah mengetik atau menulis campur aduk kacau balau seperti itu, lebih karena anggap hal itu gaul dan sudah jamak dipakai di kalangan ABG. Ditambah dengan campuran bahasa asing yang tidak pada tempatnya.

Beberapa teman saya yang moderator di milis lain kadang suka kesal bahkan sampai marah-marah kalau nemu postingan jenis di atas, kalau ditegur malah ngambek atau cuek aja dan tetep nulis seperti itu lagi. Hal seperti ini memang umum di kalangan ABG yang entah kenapa bukan belajar menulis yang bener dan enak dibaca, tapi malah mau bersusah payah ngetik seperti itu dengan kans sangat kecil bakal dibaca orang.

Buat mereka yang penting gaya tulisan itu gaul, soal ga bisa dibaca justru mereka menyalahkan yang ga bisa baca sebagai norak dan ketinggalan jaman, ga ngerti gaya tulisan gaul seperti itu. Untunglah saya bukan moderator seperti sebagian teman-teman, kalau iya, saya akan malas menanggapi atau bahkan akan menegur keras gaya tulisannya, bahkan bisa jadi tidak meloloskan ke milis karena susah dibaca.

Tapi ternyata gaya tulisan ini bukan cuma dimiliki ABG, beberapa orang lain yang saya kenal lewat sejumlah milis pun juga ada yang seperti itu, saya tahu karena bisa melihat data-data member yang menunjukkan kalau usia mereka sudah di atas 20 atau 30, hanya saja cara dan gaya tulisan masih lebih bisa dibaca dibanding yang dibuat para ABG.

Di banyak milis/forum/blog pun saya temukan sejumlah orang yang tulisannya seperti itu, cuma untungnya masih bisa dibaca dan ga parah-parah amat.

Saya sendiri masih harus banyak belajar menulis karena masih ada kesalahan baik sengaja demi kepraktisan, maupun tidak sengaja karena tidak tahu dan sudah jadi kebiasaan. Belajar dari koran, majalah, buku, dan artikel sesama member dari milis/situs/forum mana saja yang saya kenal, supaya bisa bikin kalimat yang enak dibaca dan dipahami tapi tetap dalam konteks bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Ent, Mahluk Pohon


Dalam salah satu drama Shakespeare, Macbeth, diceritakan tokoh utamanya yaitu bangsawan Skotlandia bernama Macbeth melakukan pembunuhan karena ingin menjadi raja dan berhasil. Macbeth lalu didatangi hantu yang memberi ramalan bahwa tak akan bisa dikalahkan sampai ada hutan yang datang melawannya. Macbeth merasa gembira karena mana mungkin hutan bisa bergerak? Dengan kata lain, kekuasaannya akan langgeng seumur hidup.

Namun menjelang akhir drama, seorang penjaga mendatanginya, ketakutan dan bingung serta melaporkan yang dilihatnya: hutan yang bergerak mendekati kastil Macbeth. Tidak percaya bahwa ramalan itu jadi kenyataan sekaligus heran bagaimana hutan bisa bergerak, Macbeth kemudian melihat bahwa yang sebenarnya adalah “hutan” itu adalah pasukan musuh yang berkamuflase menggunakan dahan dan ranting pohon sehingga tampak seperti hutan yang sedang bergerak. Sesuai ramalan, Macbeth dikalahkan.

Dalam taktik pertempuran, berkamuflase dengan menyesuaikan diri terhadap lingkungan sekitar adalah salah satu strategi perang yang umum dan tidak aneh lagi. Salah satunya termasuk menyamar menjadi pohon atau hutan. Namun akan berbeda bila hutan atau pohon ini dalam kisah fantasi adalah hutan dan pohon yang sesungguhnya, yang tentu saja menjadi salah satu daya tarik dan keunikan sebuah cerita.

Berawal dari kekaguman sekaligus kekecewaan Tolkien pada karya Shakespeare tersebut, beliau menciptakan bagian cerita dalam The Lord of the Rings: The Two Towers dimana ada mahluk-mahluk mirip pohon yang benar-benar bergerak dan berbicara dan turut ambil bagian dalam salah satu bagian cerita, yaitu penyerbuan ke Isengard, markas salah satu tokoh jahat di Middle-earth; Saruman.

Dalam film kedua dari Trilogi film LOTR karya Peter Jackson, diperkenalkan mahluk pohon ini yang bernama Ent. Berasal dari kata Old English enta yang berarti “raksasa”, yang diambil Tolkien dari frasa yang sering digunakan para penyair Anglo-Saxon; eald enta geweorc, yang artinya “hasil karya raksasa” mengacu pada monumen dan bangunan batu besar yang sudah ada sebelum masa Kekaisaran Romawi.

Bangsa atau mahluk Ent sudah ada sejak Middle-earth – Bumi Tengah tercipta, bersamaan dengan lahirnya bangsa Elf (Indonesia sering menerjemahkan sebagai peri, namun saya akan tetap menggunakan kata Elf, untuk membedakan dengan peri dan fairy) yang diciptakan oleh
Eru Ilúvatar. Ent digambarkan sebagai Gembala Pohon untuk melindungi pepohonan dari para Dwarf dan Orc. Bangsa Elf lalu menemukan mereka dan mengajari cara berbicara, suatu anugrah yang oleh Treebeard - salah satu Ent terkenal, sebutkan sebagai hadiah besar tak terlupakan.

Ent mempunyai banyak bentuk fisik berbeda-beda tergantung pada jenis pohon yang digembalakannya. Hal tersebut dapat dilihat dari tinggi, bentuk batang pohon, daun, warna dan bahkan jumlah jari tangan dan kaki masing-masing Ent.

Dalam buku dan film The Two Towers, diceritakan para Ent di Hutan Fangorn sebagai sisa-sisa Ent yang masih hidup di Middle-earth pada Masa Ketiga setelah hutan mulai berkurang sejak Masa Kedua serta pengaruh banyak peristiwa yang terjadi di masa itu. Berkurangnya Ent dan pohon bisa disamakan dengan dunia nyata kita saat ini, hutan-hutan ditebang untuk membuka lahan baru, kayu-kayunya dipakai untuk industri pengolahan kayu namun hanya sedikit penanaman kembali pohon-pohon yang sudah ditebang.

Hal inilah yang juga dibenci oleh Tolkien; industrialisasi dan mesin-mesin yang menghancurkan lingkungan yang mengakibatkan kehancuran dan perusakan perlahan-lahan dalam dunia nyata yang disaksikannya, dituangkan ke dalam bentuk salah satu kisah sukses dan terkenal di dunia. Namun sayangnya, apa yang berakhir cukup baik dalam kisah fiksi tidak selalu sama dengan apa yang kita hadapi di dunia nyata: perusakan lingkungan yang terus menerus tanpa henti dan tidak memikirkan apa yang telah terjadi saat ini bahkan setelah melihatnya disertai dengan bukti2 nyata.

Para industrialis dan perusakan ini diwakili oleh Saruman, salah satu Maia yang datang ke Middle-earth yang kemudian bersekutu dengan Sauron, tokoh jahat utama. Untuk membentuk pasukan yang kuat dan senjata yang lengkap, Saruman membutuhkan api dan bahan bakar yang cukup, itulah sebabnya dia pertama kali menebang pohon-pohon di dalam Isengard dan kemudian pohon-pohon di Hutan Fangorn setelah ternyata yang dibutuhkannya tidak cukup.

Hal inilah yang menyebabkan kemarahan Treebeard dan Ent-Ent lain. Sebagai Gembala Pohon yang bertugas melindungi pepohonan yang mereka sayangi, mereka memutuskan mengadakan Entmoot – pertemuan para Ent dengan keputusan bulat: menyerang Isengard dan Saruman. Hasilnya dapat kita lihat dalam buku dan film dimana saya selalu takjub dan tidak pernah bosan bila melihat para mahluk pohon itu bergerak dengan latar belakang musik yang bagi saya sangat menghidupkan suasana. Saruman kalah dan pasukan Orcnya hancur diterjang banjir dari Sungai Isen.

Kehadiran dua Hobbit, yaitu Meriadoc – Merry Brandibuck dan Peregrin – Pippin Took bisa dikatakan kebetulan, sebab waktu itu mereka ditawan oleh pasukan Uruk-Hai yang ditugaskan Saruman mencari mahluk kecil yang membawa barang berharga. Ketika berhasil meloloskan diri dari para penawannya dan masuk ke dalam hutan, saat itulah mereka bertemu dengan Treebeard dan Ent lainnya. Bisa dikatakan peran mereka hampir tidak berarti dalam buku sebab para Ent memang sudah memutuskan untuk menyerang Saruman. Sedangkan dalam film Treebeard baru menyatakan perang setelah melihat sendiri kerusakan yang terjadi, setelah dibujuk Pippin untuk mengambil jalur lain waktu akan mengantar mereka pulang.

Di antara banyak mahluk dan bangsa dalam LOTR, selain Elf, Ent adalah juga mahluk yang membuat saya selalu terpesona karena bentuk tubuh dan usia mereka serta sejarah mereka yang panjang di Middle-earth. Semua itu bisa terjadi berkat kepiawaian dan ketekunan Tolkien dalam membuat karyanya yang detil dan mendalam, sehingga bukan hanya sekedar kisah fantasi yang enak dinikmati, tapi juga meresap ke dalam pikiran dan perasaan para penggemarnya, termasuk saya.

Saya mengidap penyakit Bookaholic

Saya termasuk orang yang mengidap suatu kelainan yang barangkali bisa dimaklumi oleh sesama penderita, tapi buat orang lain mungkin dianggap berlebihan atau mengada-ada, aneh, nyentrik, buang waktu dan uang atau nyaris seperti pengidap autis sewaktu terjangkit penyakit ini.

Saya mengidap penyakit Bookaholic: cinta atau gila pada buku, suka baca buku, mengoleksi dan membahas apa saja tentang buku dengan orang lain.

Gejala-gejala penyakit ini antara lain:
1. Betah berlama-lama di toko buku/perpustakaan.
2. Teliti melihat buku-buku yang dicari.
3. Mata melebar dan berbinar-binar, mulut tersenyum waktu menemukan buku yang dicari dan disukai. Tampak bahagia waktu menikmati sebuah buku.
4. Bisa kalap dan lupa diri kalau melihat buku, beli dulu baca belakangan karena khawatir buku itu akan dibeli orang lain dan mungkin tidak ada lagi.
5. Memeriksa kesempurnaan buku yang akan dibeli/dibaca: tidak terlipat, sobek, masih licin, bersih, ujung kertas masih tajam, dan bau kertas masih enak dicium.
6. Hafal judul buku, nama pengarang dan illustrator (kalau ada), penerbit, tahun terbit, cetakan, jumlah halaman, ukuran buku.
7. Ingat tokoh-tokoh dan jalan cerita dari suatu buku yang dibaca atau resensinya.
8. Hampir selalu ‘nyambung' dan akrab dengan sesama pecinta buku, terutama yang satu selera, saling mengerti dan memahami pengalaman menyenangkan atau menyedihkan di sekitar buku.
9. Sulit percaya pada orang yang mau pinjam buku. Kalau dipinjamkan akan ada sederetan nasihat ‘ini-itu' dan peringatan pada peminjam, ‘boleh dan tidak' pada sebuah buku yang dipinjamnya.
10. Bookaholic percaya 100% pada orang yang meminjam buku. Tapi kalau buku yang dipinjam hilang atau rusak, kepercayaan si Bookaholic akan hilang bahkan tidak mau lagi berteman atau bertemu dengan si peminjam yang menghilangkan/merusak buku, walau tidak sengaja atau memang tidak peduli.
11. Kalau sudah membaca buku, Bookaholic akan nyaris kehilangan kesadaran atas lingkungan sekitarnya, juga marah bila keasyikannya diganggu orang lain.
12. Nota/bon pembelian buku sering disimpan sebagai pengingat kapan, di mana dan berapa harga beli waktu membeli sejumlah buku.
13. Buku ditandatangan, diberi tanggal (kadang-kadang juga harga pembelian), disampul dan disimpan, disayang dan dirawat dengan perhatian khusus.
14. Sesama Bookaholic saling mencari dan berbagi informasi tentang buku bagus, harga dan tempat, terutama untuk kolektor buku langka atau yang sudah tidak di terbitkan lagi.
15. Sering mengunjungi situs toko buku, membandingkan harga dan pelayanan antar situs toko buku, mencari informasi pameran, buku baru, harga discount.
16. Membaca/memperhatikan nyaris media apa saja selama yang ditulis/dibahas menarik perhatian terutama tema/jenis cerita yang disukainya.
17. Bookaholic kadang-kadang berminat menonton film yang diadaptasi dari buku dan membandingkan antara versi buku dengan versi film.
18. Ikut menjadi anggota kelompok atau komunitas pecinta buku.

Kebiasaan-kebiasaan para Bookaholic:
1. Selalu menyediakan waktu dan uang untuk mencari dan membeli buku.
2. Suka mencium kertas buku, baik masih baru atau sudah lama/bekas.
3. Membaca buku sambil melakukan kegiatan lain: makan, mendengar musik atau (maaf) di toilet.
4. Nyaris bisa membaca dalam posisi apapun: duduk, tidur, berdiri.
5. Sering menyesal dan heran pada diri sendiri: kok ga bisa nahan diri untuk ga beli buku? Alasan yang paling logis: beli dulu karena takut kehabisan atau dibeli orang lain, waktu untuk membaca bisa diatur kapan saja.
6. Juga heran kenapa waktu itu beli buku jenis tertentu yang dia belum tentu baca atau tertarik membaca. Biasanya buku itu hanya asal dibaca dan tidak selesai, diberikan ke orang lain atau disimpan dan dilupakan.

Pandangan orang lain tentang Bookaholic:
1. Dianggap aneh kalau tertawa atau sedih sendiri waktu membaca buku.
2. Membuang waktu dan uang untuk membeli buku.
3. Buku membuat Bookaholic tidak peduli orang lain.
4. Terlalu banyak membaca bisa membuat mata tidak sehat.
5. Bookaholic biasanya berkacamata.
6. Seorang Bookaholic biasanya culun dan ga gaul.
7. Kalau diajak ngobrol hal-hal di luar buku kadang-kadang ga nyambung.
8. Pengetahuan luas hingga disebut Ensiklopedi berjalan.
9. Tidak ada hal yang berguna dari membaca buku (Kontradiktif dengan no.8).

Tindak pencegahan dan pengobatan:
Tidak ada cara efektif mencegah atau mengobati penyakit ini. Seorang Bookaholic sendiri yang harus bisa mengendalikan diri untuk tidak menjadi terlalu parah mengidap penyakit ini. Dengan mengatur waktu lebih efisien untuk membaca dan bersosialisasi, penyakit ini bisa dinikmati tanpa dianggap aneh dan dijauhi orang lain.


Apakah anda seorang Bookaholic?

Speedy Rp 99ribu dan Rp 168 ribu, murah?

Hari Sabtu, 8 Mar 08 saya ke telkom karena tertarik dengan program baru telkom: Speedy 99ribu dan 168ribu. Murah kan? Siapa yang tidak mau punya internet di rumah dengan harga sebesar itu?

Brosurnya saya ambil dan saya baca, untuk yang belum tahu ini perinciannya:

1. Speedy Time Based, Rp 200ribu/bulan, download sepuasnya 50jam, lebih kena tambahan Rp 25/menit. Itu belum termasuk ppn 10% + meterai Rp 3ribu.
2. Speedy Personal, Rp 200ribu/bln, pemakaian 1GB/bulan, lebih kena Rp 0.5/kb belum Ppn 10% + meterai 3ribu.
3. Speedy Profesional, Rp 400ribu/bulan, pemakaian 3GB/bulan, lebih kena Rp 0.5/kb belum Ppn 10% + meterai 3ribu.
4. Speedy Office, Rp 750ribu/bln, unlimited, belum Ppn + meterai.
5. Speedy Warnet, Rp 1.750ribu/bln, unlimited, belum Ppn + meterai.


Untuk program 1 sampai 3, dihargai Rp 168ribu.
Untuk no 4 dan 5, Rp 99ribu.
NOTE: untuk mendapat paket ini, berlangganan minimal 5 bulan.


Setelah baca brosur tadi saya langsung curiga, koq buat no 4 dan 5 jatuhnya murah banget? Masa cuma Rp 112ribu (99ribu + 9.9ribu + 3ribu), apa telkom ga rugi ato gimana perhitungannya nih?

Setelah giliran saya ke customer service, barulah saya tahu kalau itu cuma akal-akalan telkom alias pemancing supaya masyarakat tertarik pasang internet. Biaya 99ribu dan 168ribu itu ternyata cuma biaya pendaftaran dan aktivasi, sementara modemnya gratis. Sedangkan paket apapun yang dipilih, biaya bulanan yang dibayar tetap sama.


Sekedar info, waktu saya pasang internet, biaya aktivasi 75ribu, Ppn 10% + meterai 6ribu, total Rp 88.5ribu. Itu belum termasuk modem yang harganya antara 300ribu sampai yang termahal saya tidak ingat berapa.


Saya tidak terlalu kecewa karena sudah curiga duluan dengan keterangan di brosur jadi sudah siap dan antisipasi dengan penjelasan dan jawaban dari petugas so, saya sih nyantai aja dengar penjelasannya. Tapi bagaimana dengan orang lain yang mau ganti paket misalnya, termasuk saya? Ternyata promo ini tidak berlaku buat yang sudah berlangganan, tapi untuk pemasang yang sama sekali baru.


Kalau saya mau ganti paket tetap bisa, tapi promo itu tidak berlaku dan harga yang saya bayar tergantung pilihan paket mana yang mau di ganti/tukar. Tapi biaya bulanan juga jadi berubah di bulan berikutnya kalau anda ganti paket lewat dari tanggal 1.


Misalkan dari paket 3GB jadi 1GB dan ganti di tengah bulan, yang dihitung adalah paket 3GB ditambah biaya kelebihan, akibatnya anda mungkin bingung koq biaya yang keluar lebih mahal dari paket 3GB? begitu juga kalau dari 1GB ke 3GB.


Lain halnya kalau ganti paket tepat di tanggal 1 bulan berikutnya, maka paket lama tetap dibayar seharga sesuai dengan ketentuan. Perinciannya agak rumit dan saya sendiri juga sudah lupa walaupun catatannya masih saya simpan.


Ternyata telkom bukan bersaing dengan provider lain dengan harga murah, tapi cuma memancing dan menjebak calon konsumen sementara biaya dan pelayanan yang diberikan tetap sama.Tidak ada terobosan atau program baru yang lebih efektif yang sama-sama menguntungkan perusahaan & konsumen. Ini sama sekali bukan cara cerdas, tapi mungkin justru menjebak telkom sendiri, akibatnya konsumen pasti akan lebih milih provider lain yang lebih murah atau pelayanan lebih bagus.


Kalau fastnet masuk daerah saya, sudah lama saya bakal ganti ke fastnet. Sayang indovision dan fastnet tidak MAU - bukan tidak bisa - masuk daerah saya karena dari segi ekonomi tidak menguntungkan untuk mereka. Peminat tv kabel terlalu sedikit dan pola pikir orang di daerah saya cenderung sederhana dan lambat ngikutin trend teknologi terbaru.


Mudah-mudahan topik yang saya tulis ini bisa membantu orang lain agar tidak terjebak oleh telkom dengan iming-iming paket murah tapi sebenarnya mahal itu.