Senin, 10 Maret 2008

Bisa nulis tapi ga bisa baca

Ada beberapa orang yang bisa nulis tapi apa yang ditulis susah dibaca kecuali mungkin oleh dirinya sendiri. Barangkali dia buru-buru atau memang begitulah cara menulisnya. Seringkali orang ga sadar atau ga mau tahu kalau orang lain sulit membaca apa yang ditulisnya.

Kalau cuma sekedar salah nulis atau ngetik tapi masih bisa dibaca dan dimengerti, kita bisa maklum. Tidak semua orang bisa menulis halus atau bagus, atau mengetik 10 jari dengan nyaris sempurna, apalagi kalau sedang terburu-buru. Juga tidak semua orang paham aturan tata bahasa, baik yang resmi, setengah resmi ataupun yang gaul. Namun asal kata-kata atau kalimat yang ditulis/ketik itu tersusun rapih, bisa dibaca dan dimengerti, itu sudah cukup baik dan bisa diterima. Itu menurut pendapat saya loooh...


Namun berbeda kasusnya bila dalam suasana atau hal-hal resmi, di mana bahkan tanda baca tidak boleh salah, bahkan satu huruf pun tidak boleh tertukar tempatnya, yang mungkin bisa menimbulkan salah tafsir.

Anda bisa baca contoh kalimat ini?

H1! aQyu N3w MemB3R d! shyNie, 'l4M k'Nal, Sh4Re iNF0 y4cH di S1n!e. I lik3 rEaD aRt!k3L di sI+uz yn! sO4lnya as!k2. M4yBe n3xT t!Me aku b4kaL bIk1n 4rTikEl di chynie and p0stink it imm3di4telY. C yaa!!

Saya aja nulisnya rada susah, membacanya pun bikin sakit mata, bagaimana dengan anda? :)

Biasanya kalau kalimat ini tampil di layar hp dalam bentuk sms, kita masih bisa maklum asal masih bisa dibaca, karena sms terbatas dan harus singkat, padat tapi jelas, bukan yang bikin sakit mata dan pusing kepala seperti contoh yang saya buat di atas.


Tapi kalau tampil di situs, milis, forum atau tempat seperti wikimu, kalimat itu kemungkinan besar jarang dibaca, karena pada pandangan pertama saja sudah bikin sakit mata, kalau diteruskan membaca, kepala bisa sakit dan ujung-ujungnya stres.

Biasanya yang menulis seperti ini adalah para ABG, dan herannya mereka benar-benar mau bersusah payah mengetik atau menulis campur aduk kacau balau seperti itu, lebih karena anggap hal itu gaul dan sudah jamak dipakai di kalangan ABG. Ditambah dengan campuran bahasa asing yang tidak pada tempatnya.

Beberapa teman saya yang moderator di milis lain kadang suka kesal bahkan sampai marah-marah kalau nemu postingan jenis di atas, kalau ditegur malah ngambek atau cuek aja dan tetep nulis seperti itu lagi. Hal seperti ini memang umum di kalangan ABG yang entah kenapa bukan belajar menulis yang bener dan enak dibaca, tapi malah mau bersusah payah ngetik seperti itu dengan kans sangat kecil bakal dibaca orang.

Buat mereka yang penting gaya tulisan itu gaul, soal ga bisa dibaca justru mereka menyalahkan yang ga bisa baca sebagai norak dan ketinggalan jaman, ga ngerti gaya tulisan gaul seperti itu. Untunglah saya bukan moderator seperti sebagian teman-teman, kalau iya, saya akan malas menanggapi atau bahkan akan menegur keras gaya tulisannya, bahkan bisa jadi tidak meloloskan ke milis karena susah dibaca.

Tapi ternyata gaya tulisan ini bukan cuma dimiliki ABG, beberapa orang lain yang saya kenal lewat sejumlah milis pun juga ada yang seperti itu, saya tahu karena bisa melihat data-data member yang menunjukkan kalau usia mereka sudah di atas 20 atau 30, hanya saja cara dan gaya tulisan masih lebih bisa dibaca dibanding yang dibuat para ABG.

Di banyak milis/forum/blog pun saya temukan sejumlah orang yang tulisannya seperti itu, cuma untungnya masih bisa dibaca dan ga parah-parah amat.

Saya sendiri masih harus banyak belajar menulis karena masih ada kesalahan baik sengaja demi kepraktisan, maupun tidak sengaja karena tidak tahu dan sudah jadi kebiasaan. Belajar dari koran, majalah, buku, dan artikel sesama member dari milis/situs/forum mana saja yang saya kenal, supaya bisa bikin kalimat yang enak dibaca dan dipahami tapi tetap dalam konteks bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Tidak ada komentar: